Gudang atak bambu (Tobacco Barn) merupakan tempat khusus untuk mengeringkan tembakau dengan metode air drying. Menjelang musim panen, gudang ini mulai dipersiapkan agar siap menampung tembakau yang baru dipetik. Proses pengeringan berlangsung sekitar 21 hari, setelah itu tabir bambu dibuka, dan dalam beberapa kasus, tiang-tiang penyangga juga perlu dibongkar. Di sinilah salah satu tahap penting dalam penentuan mutu tembakau dilakukan, yang nantinya berpengaruh pada kualitas akhir cerutu.
Pada masa kolonial, gudang-gudang tembakau umumnya dibangun di dekat stasiun kereta api. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan—kereta api kala itu menjadi sarana utama dalam transportasi tembakau dan komoditas lainnya. Bahkan, kebutuhan ekspedisi berbagai hasil bumi, termasuk tembakau, menjadi salah satu pendorong utama pembangunan jaringan rel kereta api, yang kemudian mendukung jalur ekspor ke berbagai penjuru dunia.


Nantikan tulisan selanjutnya tentang sejarah sosial pengangkutan tembakau menggunakan ternak—sebuah kisah dari era sebelum hadirnya kereta api dan kendaraan bermotor.
Your text resonates with me; it feels like you understand my struggles.